Rabu, 10 September 2008

Hidup Adalah P e r b u a t a n



Sering melihat tayangan iklan ini wara-wiri di televisi setiap hari? Gile bener.. berapa duit aja tuh dibuang buat bikin iklan itu. Pernah mendengar berapa milyar dikeluarkan untuk biaya iklan itu? Milyaran! pasti cukup untuk buat ta'jilan buka puasa se kabupaten. Seperti 'mengiklankan' diri sendiri atau self selling gitu ya. Yah.. Walaupun sempat dibantah sebagi iklan jualan diri, tapi tetap saja pesan tersembunyi itu secara gamblang terbaca. Mungkin karena bangsa ini sedang menyambut hajatan politik luar biasa *pemilu dan pilpres*. Makanya ga heran kalau kita sering menjumpai "wajah-wajah antah berantah" tidak dikenal tau-tau minta didoakan jadi orang penting di negeri ini. Ya, seperti saat kita berhenti di pinggiran pasar Senen, "Dipilih! Dipilih! Seribu tiga! Seribu tiga! Sambil menarik baju menawarkan *sok akrab.


Habis gimana ya, seakan-akan negeri ini benar-benar ga peduli dengan bagaimana membedakan jabatan sebagai Amanah dan jabatan ladang mencari duit. Lagian kenapa juga banyak artis ngetop ikut-ikutan pindah jalur. Ujug-ujug dapet caleg nomor urut wahid.. Weleh-weleh.. Kasian rakyat kecil semakin bingung menentukan siapa pemimpinnya. Sebagai seorang bapak saya kebingungan bagaimana menjelaskan apa maksud fenomena ini kepada anak saya. Semakin frustasi karena saat ini jabatan yang seharusnya Amanah itu dikomersilkan. Tidak hanya artis, para pengusaha pun seolah tidak PD dengan profesinya sendiri. Sampai harus ada yang benar-benar Gila untuk mengejar jabatan itu. Hidup bukan hanya sekedar perbuatan, tapi juga harus diawali dengan niat suci, dan diakhiri dengan tanggung jawab.


Catatan foto: Regita sempat terekam kamera bapak saat terbengong-bengong ngliatin Meong pada sore hari yang cerah.. Langit biru.. Bright sunset.. Posenya pas banget, gak kalah gaya dengan iklan itu..

Tidak ada komentar: